Koneksi Internet Murah Jakarta Barat : Indonesia Paling Ceriwis di Twitter

Koneksi Internet Murah Jakarta Barat : Indonesia Paling Ceriwis di Twitter

Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pengguna Twitter.com terbesar di dunia dan terbilang aktif di layanan tersebut. Saking aktifnya, pengguna Indonesia dikenal ‘ceriwis‘ menyuarakan pendapatnya soal berbagai hal termasuk politik, makanan dan travelling internet fiber optik murah dan cepat tercepat untuk warnet Jakarta barat.

Koneksi Internet Murah Jakarta Barat : Indonesia Paling Ceriwis di Twitter
Koneksi Internet fiber optik Murah cepat bisa untuk Jakarta Barat

Koneksi Internet fiber optik Murah cepat bisa untuk Jakarta Barat

Country Business Head Twitter.com di Indonesia, Rick Mulia, mengungkapkan isu politik menjadi salah satu topik terfavorit pengguna di Indonesia. internet fiber optik murah dan cepat tercepat untuk warnet Jakarta barat Secara spesifik, dia melihat terjadinya lonjakan yang tinggi soal Pemilihan Umum (Pemilu) pada tahun lalu.

“Pada Pemilu tahun lalu, Indonesia sempat menjadi negara dengan tweet terbesar kedua berkat Pemilu. Posisi pertama ditempati oleh Oscar (selfie Piala Oscar),” tutur Rick kepada sejumlah media di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis koneksi internet fiber optik murah dan cepat tercepat untuk warnet Jakarta barat (27/3/2015).

Momen-momen khusus di Indonesia memang kerap bertengger di daftar topik terpopuler Twitter.Koneksi internet fiber optik murah dan cepat tercepat untuk warnet Jakarta barat Misalnya saat Ramadan tahun lalu, interaksi pengguna di Twitter juga cukup tinggi.

“Selama Ramadan tahun lalu ada 40 juta tweet,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) Twitter, Dick Costolo.

Koneksi Internet Murah Jakarta Barat : Indonesia Paling Ceriwis di Twitter

Adapun Twitter per kuartal IV 2014 memiliki 288 juta pengguna aktif bulanan, naik dari 284 juta pada kuartal sebelumnya. Pada periode yang sama, Twitter berhasil internet fiber optik murah dan cepat tercepat untuk warnet Jakarta barat membukukan pendapatan US$ 479 juta, hampir dua kali lipat dibandingkan satu tahun sebelumnya.