maaf, Bapak Mau Pesan Nasi Berapa Bungkus?-provider internet isp internet service provider fiber optik wireless dedicated jakarta bogor depok tanggerang bekasi

maaf, Bapak Mau Pesan Nasi Berapa Bungkus?-provider internet isp internet service provider fiber optik wireless dedicated jakarta bogor depok tanggerang bekasi
Polisi: “Selamat sore… bisa tunjukin SIM atau STNK kamu, Nak?”

Nasar: “Aduh saya lupa enggak bawa, Pak!”

Tarif Paket Internet Fiber Optik Dedicated Retail
Tarif Paket Internet Koneksi Wireless Dedicated Retail
Tarif Paket Internet Fiber Optik Dedicated Corporate
Tarif Paket Internet Koneksi Wireless Dedicated Corporate

Polisi kemudian membuat surat tilang.

Nasar: “Tolong jangan tilang saya dong, Pak… Saya mau telpon bapak saya di kantor Ditlantas Polda. Sebentar ya, Pak…”

Mendengar Nasar berkata seperti itu, pak Polisi langsung kaget.

Polisi: “Bener itu bapak kamu kerja di Ditlantas Polda..?”
Advertisements
maaf, Bapak Mau Pesan Nasi Berapa Bungkus?-provider internet isp internet service provider fiber optik wireless dedicated jakarta bogor depok tanggerang bekasi
Nasar: “Iya Bener pak… Kalo Bapak enggak percaya telepon saja, Pak… Ini nomornya, Pak!” (Sambil memberikan secarik kertas yang berisi nomer HP bapaknya yang bekerja di sana).

Polisi: “Ya sudah pergi sana…!”

Nasar: “Wah makasih banyak ya Pak!!”

Pak Polisi pun penasaran kemudian ia menelepon nomor HP tersebut.

Polisi: “Halo… Selamat sore… Benar nomor ini di Ditlantas Polda?”

Suara telepon: “Iya benar, Pak… Apa yang bisa saya bantu, Pak?”

Polisi: “Kalo boleh tau… ini di bagian apa ya…?”

Suara telepon: “Ini di bagian kantin, Pak… Bapak mau pesan nasi berapa bungkus?”

Polisi: “???!&&%=$£€¥§¤#¿¿¡…” []

Artikel ini viral di media sosial dan blog. Kami kesulitan menyertakan sumber pertama
Tarif Paket Internet Fiber Optik Dedicated Retail
Tarif Paket Internet Koneksi Wireless Dedicated Retail
Tarif Paket Internet Fiber Optik Dedicated Corporate
Tarif Paket Internet Koneksi Wireless Dedicated Corporate
Ketika Dosen Marah
Pada suatu hari di sebuah universitas sedang dilakukan jam belajar. Namun, ada salah satu ruang kuliah, seorang dosen senior sedang memarahi mahasiswanya:

Dosen: “Menjawab saja tidak becus, eh malah bercanda dan ngobrol seenaknya.”
Mahasiswa hening.

Dosen: Menjawab soal aja juga ga ada yang tahu, jadi percuma aja kuliah ini. Hayo Sekarang yang merasa dungu BERDIRI! ” sang dosen membentak.

Beberapa menit suasana kembali hening. Tiba-tiba dari bangku belakang seorang mahasiswa berdiri.

Dosen: “Jadi kamu yakin betul, kamulah si dungu itu ? ”

Mahasiswa: ” Bukan begitu pak, saya cuma tidak tega melihat Bapak berdiri sendiri.”

Dosen: @@%%##