PR Seperti Ini Pasti Diinginkan Setiap Siswa-Provider Paket Internet Murah Cepat Fiber Optik Wireless Dedicated Corporate Untuk Kantor

PR Seperti Ini Pasti Diinginkan Setiap Siswa

PR Seperti Ini Pasti Diinginkan Setiap Siswa-Provider Paket Internet Murah Cepat Fiber Optik Wireless Dedicated Corporate Untuk Kantor

PR Seperti Ini Pasti Diinginkan Setiap Siswa-Provider Paket Internet Murah Cepat Fiber Optik Wireless Dedicated Corporate Untuk Kantor

PR Seperti Ini Pasti Diinginkan Setiap Siswa-Provider Paket Internet Murah Cepat Fiber Optik Wireless Dedicated Corporate Untuk Kantor
Setiap pelajar yang bersekolah pasti pernah merasakan dapat PR alias Pekerjaan Rumah. Guru biasanya memberikan PR dalam bentuk soal atau tugas tertentu yang harus dikerjakan siswa. Kadang kala PR bisa menjadi ‘horor’ tersendiri bagi pelajar, apalagi bila tugas yang diberikan itu banyak dan sulit untuk dikerjakan.

Berbeda dengan PR yang diberikan PR Seperti Ini Pasti Diinginkan Setiap Siswa-Provider Paket Internet Murah Cepat Fiber Optik Wireless Dedicated Corporate Untuk Kantor seorang guru di Bucklebury Primary School, Inggris ini. Alih-alih tertekan karena PR, siswa di sekolah ini justru senang mendapatkan tugas dari gurunya. Kok bisa ya?

Dikutip dari the independent, beberapa hari sebelum ujian, seorang guru bernama Jenny Thom yang mengajar di sekolah tersebut, membagikan kertas soal berisi tugas yang harus dikerjakan siswa. Uniknya, Bu Jenny ini meminta muridnya untuk melakukan banyak PR Seperti Ini Pasti Diinginkan Setiap Siswa-Provider Paket Internet Murah Cepat Fiber Optik Wireless Dedicated Corporate Untuk Kantor kegiatan di luar rumah. Dan, tugasnya sama sekali tidak terasa sebagai PR sekolah.

Dilihat dari list tugas yang diberikan, Bu Jenny meminta siswanya untuk tersenyum, bersepeda, dan makan es krim. Bahkan, dia nyuruh siswanya tertawa sampai sakit perut.

Di akhir selembaran kertas soal itu, Bu Jenny berpesan, mereka tidak perlu panik soal tes yang akan dihadapi karena mereka sudah melakukan yang terbaik. Duh, baik banget ya, bu guru satu ini.

Memuji Orang Lain, Hati-hati, Ini Bahayanya!
Dari Abu Ma’mar, ia berkata, “Ada seorang pria berdiri memuji salah seorang gubernur. Miqdad [ibnul Aswad] lalu menyiramkan pasir ke wajahnya dan berkata, “Kami diperintahkan oleh Rasulullah untuk menyiramkan pasir ke wajah orang-orang yang PR Seperti Ini Pasti Diinginkan Setiap Siswa-Provider Paket Internet Murah Cepat Fiber Optik Wireless Dedicated Corporate Untuk Kantor memuji,” (Shahih) Ash Shahihah (912), (Muslim: 53-Kitab Az Zuhd, hal. 68).
-lelaki bicara ngobrol 300×225 – Memuji Orang Lain, Hati-hati, Ini Bahayanya! – lelaki-bicara-ngobrol–300×225
Foto: upstore

Dikutip dari Rumaysho.com, dari Atha’ ibnu Abi Rabah bahwa ada seorang pria memuji orang lain di hadapan Ibnu Umar. Ibnu Umar lalu menyiramkan pasir pada mulutnya dan berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika kalian melihat orang-orang yang doyan memuji maka siramkanlah pasir ke wajahnya .”(Shahih) Ash Shahihah (912)

Dari Mihjan Al Aslamy berkata, “Raja’ berkata, ”Saya berjalan bersama Mihjan pada suatu hari hingga kami sampai di masjid milik penduduk Basrah. Pada saat itu Buraidah [ibnul Hushaib] sedang duduk di salah satu pintu masjid. Pada masjid itu terdapat seorang pria bernama Sukbah sedang melaksanakan shalat dalam tempo yang terhitung lama. Ketika kami tiba di pintu masjid –di mana Buraidah sedang duduk disana-, Buraidah berkata -Buraidah adalah seorang yang suka bergurau-,

“Wahai Mihjan, apakah engkau shalat seperti shalatnya Sukbah?” Mihjan tidak menjawabnya tetapi dia lalu pulang.
Raja’ berkata, ”Mihjan lalu berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang tanganku lalu kami pergi bersama hingga menaiki gunung Uhud. Kemudian beliau menatap kota Madinah, beliau lalu bersabda,

”Kota ini (Madinah) terancam bahaya. Dia ditinggalkan oleh penghuninya dalam keadaan makmur. Dajjal mendatanginya lalu mendapati malaikat pada setiap pintunya, maka dia tidak dapat memasukinya.”

Beliau lalu turun kembali. Ketika kami sampai di masjid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang pria melaksanakan shalat, sujud dan ruku’. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya kepadaku, ”Siapa dia?”

Saya berkata dengan nada memujinya, ”Wahai Rasulullah, dia adalah fulan dan kondisinya demikian …” Beliau lalu bersabda, “Cukup jangan engkau memperdengarkan pujianmu sehingga engkau membinasakannya.”

Mihjan berkata, ”Beliau lalu pergi. Ketika sampai di kamarnya beliau seolah meniup dua tangannya sambil bersabda, ‘Sesungguhnya sikap beragama yang terbaik adalah mengerjakan kewajiban agama sesuai dengan kemampuan’. Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali,” (Hasan) Ash Shahihah (1635).