memanfaatkan fasilitas jaringan internet yang ada tentunya tak lepas  dengan mempertimbangkan beberapa faktor penting didalamnya

memanfaatkan fasilitas jaringan internet yang ada tentunya tak lepas  dengan mempertimbangkan beberapa faktor penting didalamnya

Fenomena film KKN di desa PENARI membuktikan bahwa nilai konsumtif masyarakat terhadap dunia hiburan (khususnya film) memiliki tingkat kecenderungan yang tinggi. Bisa dilihat dari animo masyarakat yang rela berduyun-duyun antri disepanjang batas antrian loket sebuah bioskop. Berbeda hal nya saat Ketika disuruh emak untuk antri pengambilan sembako subsidi pemerintah, boro-boro mau antri, malah pura-pura asik tidur agar tidak disuruh antri (padahal sudah dijanjikan bakal ditambahkan lebih buat uang saku harian,hehehehehe….). KKN didesa Penari film yang (katanya) diangkat dari kisah nyata ini bagi saya adalah sebuah hal yang sia-sia. Sebab apa saya katakan demikian, Ya sia-sia saja, setelah apa yang adik-adik mahasiswa ini lakukan dan terapkan didesa tersebut tak bisa memberi dampak berarti bagi kemakmuran masyarakat yang mendiami desa tersebut (desa penari). Buktinya, desa tersebut sekarang menjadi desa mati alias desa tak berpenghuni (apa justru itu yang menarik dan akhirnya diangkat menjadi sebuah film”Horor” yang lantas jadi viral?). Sudahlah, nggak penting rasanya buat saya untuk membahas lebih jauh film yang nggak penting.

Menonton film dibioskop merupakan hal yang mengasikan bagi beberapa kalangan, terutama bagi anak-anak  muda. Hal tersebut mungkin sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi mereka guna menyiasati rasa bosan mereka. Namun hal tersebut tak berlaku bagi mereka yang memiliki naluri berbeda dengan apa yang dirasakan diatas tadi. Berbeda dengan kebanyakan orang, mereka yang memiliki kecenderungan menutup diri dari hiruk pikuknya keramaian, bahkan cenderung untuk menghindari apa yang dinamakan dengan keramaian. Gejala ini berkenaan juga dengan yang dinamakan Agoraphobia syndrome. Tentunya nggak akan asik jika melakukan segala sesuatunya seorang diri saja. Namun justru tak menjadi sebuah   masalah juga bagi mereka yang mengalami agoraphobia syndrome tersebut. Mereka pun tetap masih bisa melakukan hal-hal yang biasa orang lain kerjakan seperti bagaimana biasanya. Tak masalah pula jika harus menonton film favoritnya sendirian saja tak seperti kebiasaan yang dilakukan teman-teman sebayanya.

Ketika seseorang yang mengalami sindrome introvert harus tetap menjalankan kebiasaan mereka seorang diri saja dirumah, seperti dengan kebiasaannya menonton film favoritpun masih bisa dilakukan. Apalagi sekarang ini sudah sangat mudah untuk melakukan itu semua dari rumah. Menonton film secara live streaming dirasa sudah cukup untuk mengisi hari yang selama sepekan ini  hanya diisi oleh kesibukan kantor. Toh semua hanya tinggal memanfaatkan jaringan internet yang ada  kita sudah bisa menghadirkan suasana bioskop kedalam rumah kita sendiri. Nggak ada perbedaannya kok antara menonton film dibioskop dengan menonton film dirumah sendiri, yang dibutuhkan itu ya Cuma satu; KEHENINGAN!.

Terkait dengan memanfaatkan fasilitas jaringan internet yang ada tentunya tak lepas  dengan mempertimbangkan beberapa faktor penting didalamnya. Faktor penting yang utama adalah, tentang kestabilan konektifitas yang ditunjukan oleh sebuah jaringan internet merupakan hal penting sebagai akses penghubung antar sarana. Diupayakan agar selalu mempertimbangkan segala hal yang bersifat mengikat. Koneksi internet yang stabil bukan hanya menjadi tanggung jawab provider yang menanganinya. Kadang kendala-kendala kecil yang terjadi selalu dikaitkan dengan cara kerja sipengembang layanan. Bisa saja itu terjadi, namun kecil kenyatannya jika kita bandingkan dengan kendala yang dihasilkannya itu justru oleh si-pelanggannya sendiri. Besarnya quota tak lantas saja bisa “mengkambing hitamkan” peran sebuah provider internet. Jika saja kita cermat, kendala itu bisa saja terjadi dikarenakan oleh keegoisan kita saat menggunakan layanan tersebut hingga menghadirkan kendala-kendala kecil yang seharusnya tidak terjadi. Oleh karena itu, sebelum benar-benar menjatuhkan kesalahan kepada satu pihak saja ada baiknya jika kita selalu menyikapi segala sesuatunya dengan bijak.

Sebelum mengakhiri bahasan ini ada hal yang ingin saya ajukan kepada kalian, terutama yang sudah menonton film KKN didesa penari tersebut, kontribusi apa saja yang sudah mereka lakukan dan sudah diterapkan didesa tersebut ( padahal desa tersebut kini sudah menjadi sebuah Riwayat saja)  sehingga layak untuk diangkat kelayar kaca dan justru anehnya hingga  menjadi sebuah film yang fenomenal? Heheheheheheehehehe……

memanfaatkan fasilitas jaringan internet yang ada tentunya tak lepas  dengan mempertimbangkan beberapa faktor penting didalamnya
memanfaatkan fasilitas jaringan internet yang ada tentunya tak lepas  dengan mempertimbangkan beberapa faktor penting didalamnya
manfaatkan fasilitas jaringan internet yang ada tentunya tak lepas  dengan mempertimbangkan beberapa faktor penting didalamnya
manfaatkan fasilitas jaringan internet yang ada tentunya tak lepas  dengan mempertimbangkan beberapa faktor penting didalamnya